Saat Melihat Bulan

Saat melihat bulan yang jauh dan kesepian

Kudapati wajah bangsaku yang muram disana

Dan dari tanah ini, kepada bulan yang tinggi

Satu-persatu tangan-tangan miskin terkulai

Berjuta-juta mereka tak sanggup menggapai

Kepada bulan. Dan hanya,

Merindukan tiap malam adalah purnama raya

Dimana mereka ‘kan keluar, menari, dan menyanyi

Bersama api unggun dan mimpi yang sunyi

Saat aku melihat bulan,

Betapa bangsaku t’lah memeliharanya

Dengan segala kesusahan bernyala cinta

Semenjak ia hanyalah berupa pelita

Bangsaku adalah mimpi-mimpi masa kecilku

Bangsaku adalah layang-layang sore di angkasa biru

Maka lihatlah, tunjuklah kawan,

Bulan itulah wajah bangsaku sesungguhnya

Yang dapat dipandang dari seluruh penjuru dunia

Dimana nyala dan cahyanya kian meredup

Membuat seluruh penduduk bumi murung tertunduk

Bangkit lalu berdirilah

Bangsaku…

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: