Para Penanam Bunga

Andaikan seluruh manusia,

Adalah para penanam bunga,

Maka takkan lagi ada senjata,

Andaikan seluruh muka bumi adalah taman,

Maka takkan pernah lagi ada medan perang

Dan hidup kita,

Akan selalu indah seperti bunga,

Kita lalu ‘kan mekar dan menyala.

Menyulap segala tempat di desa dan kota,

Menjadi kerajaan warna-warna mahkota,

Dedaunan, kuncup, dan kelopak ‘kan merona.

Yang buat kita ‘kan selalu takjub dan terpesona

Semarakkanlah semesta ini,

Dengan bunga anggrek dan dahlia,

Layangkanlah bunga sari yang disini,

Kepada putik-putik yang menunggu disana,

Dan yakinilah, yakinlah tanpa ada curiga,

Bahwa masjid dan gereja serta segala tempat ibadah,

Adalah tempat lahirnya para penanam bunga,

Yang akan mengajari anak-anak kita menanam bunga,

Juga pada jalan raya yang gersang, pekuburan yang mencekam,

Ubahlah menjadi kebun-kebun yang sangat menawan,

Bawalah benih-benih bunga pemberian nenek kita yang ramah,

Dan tebarkan dimanapun kaki kita melangkah keluar rumah,

Taburkan di terminal, stasiun, penjara, kolong jembatan,

pemukiman kumuh, pabrik, sekolah, rumah sakit, dan pinggiran kota,

Maka seluruh penduduk ‘kan berganti merawatnya,

Kawinkanlah juga tulip dengan teratai,

Dan lahirkan bunga-bunga yang cerah menguntai

Andaikan seluruh dunia adalah para penanam bunga,

Maka hancur musnahlah berbagai golongan dan aliran,

Maka ‘kan hancurlah perkelahian saudara satu agama,

Saudara satu bangsa, bahkan saudara satu dunia,

Oh betapa indahnya ungkapan ‘saudara satu dunia’!

Maka jua ‘kan musnah bunuh-bunuhan sesama manusia,

Tak ada tudingan, tak ada permusuhan, tak ada.

Sebab takkan tersisa lagi tempat untuk kita berdebat,

Sebab takkan tersisa lagi ruang untuk kita baku hantam

Sebab t’lah tercipta kata dan suasana yang menyenangkan

Di tempat yang juga t’lah menjadi amat menyenangkan

Dan tahulah kita,

Kita takkan hidup dalam dunia simbol dan keyakinan,

Kita takkan hidup dengan mengadu dan mempertengkarkan,

Apa yang seharusnya kita semikan dalam hati dan jiwa,

Tapi mari kita tiap hari menyemaikan wajah indah Tuhan,

Dengan milyaran bunga surga yang segar hadiah dari-Nya

Untuk kita semua, saudara satu dunia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: