Menghadapi Persaingan Produk China

Dengan ditandatanganinya perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan China, maka bisa dipastikan produk-produk China yang terkenal murah akan membombardir pasar dalam negeri dan mengkolapskan banyak pelaku industri domestik. Berbagai cara diajukan untuk menyikapinya, seperti seruan untuk melakukan renegosiasi 228 pos tarif yang diperkirakan tidak akan mampu bersaing atau desakan untuk membatalkan perjanjian itu, yang terasa sangat mustahil untuk dilakukan.

Adapun cara lain yang saya kira cukup ampuh untuk menangkal bombardir China tersebut adalah cukup dengan menggalakkan kembali rasa cinta produk dalam negeri melalui berbagai cara. Namun seruan itu akan terasa naif dan konyol apabila tidak ada tindakan dan dukungan nyata dari pemerintah dan perbankan. Sangat tak masuk akal bila masyarakat diminta mencintai produk dalam negeri sementara produk impor jauh lebih murah.

Maka langkah kreatif yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah memberdayakan industri dalam negeri melalui berbagai program insentif, memperbaiki infrastruktur, serta menciptakan iklim usaha yang sehat. Sedangkan sektor perbankan diharapkan mampu menyokong geliat industri domestik dengan cara menurunkan suku bunga pinjaman yang saat ini sudah diatas dua digit (14%) alih-alih hanya mengejar keuntungan semata. Hal itu perlu dilakukan demi meningkatkan daya saing produk dalam negeri agar mampu merebut pasar selain agar negara kita tidak hanya dijadikan bulan-bulanan produk-produk China.

Jika dua hal itu sudah dilakukan, kita bisa berharap produk lokal kita akan memiliki daya saing dengan produk China sehingga rasa cinta produk dalam negeri akan tumbuh dengan sendirinya di hati masyarakat. Lagipula, kita boleh saja kalah dalam urusan harga, karena kebijakan China yang menggaji murah para pekerjanya dan menerapkan aturan yang tak rumit. Namun soal kualitas produk, kita harus diatas China! Kualitas, itulah kata kunci menangkal bombardir produk China.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: