Kisah

Ada duduk di tempat ini kawanku sendiri

Setiap hari kita sama sembunyi

Tapi kini tidak lagi…

Aku tidaklah mengutuki

Memang jalan jejeran bunga mati

Yang membikin kita ngeri dan tertatih

Tapi tak ada kita mau berlari

Terima, terima ini:

Kenangan tidak usah dibikin indah

Sebab dalam hidup kita tidak perlu jadi raja

Dan buat kita, kawan

Buat kita perempuan tidaklah bertakhta

Buat kita nasib tidaklah ambil bicara

Buat kita tak ada mereka kita percaya

Karna buat kita masih meracun sumpah dalam darah

Untuk kita,

Keringat yang membasah, tawa yang terpaksa, dan luka yang terasa

Takkan pernah ada arti,

Tak usah dikasi arti!

Jiwa kita merah terasah!

Jadi,

Kalau nanti kau kulihat lagi,

Aku masih menulis sajak-sajak tentang dulu yang pernah kita cari…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: