Jerit Saudari-Saudariku

Apabila, penganiayaan adalah syarat kerja,

Apabila, siksaan bukan lagi jadi ancaman,

Maka berhentilah saja,

Jadilah penjahit atau pedagang saja!

Tenaga kerja wanita,

Saudari-saudariku, beribu-ribu darimu,

Pulang ke tanah air tercinta,

Dengan luka, darah, dan airmata!

Kita patut merasa pilu dan dilecehkan!

Saudari sebangsa, diperbudak majikannya

Saudari sebangsa, dicabuli majikannya

Disetrika, disiram air panas, dianiaya

Dan berbagai macam penyiksaan kejam

Maka apabila engkau sekalian telah terpejam

Itulah berarti penjara dan tiang gantungan t’lah bicara

Meninggalkan duka hampa untuk suami serta anak-anakmu

Sendiri mereka, di negeri yang tiap malam s’lalu kau rindu!

Ibuku adalah tenaga kerja wanita,

Saudara perempuanku, adalah tenaga kerja wanita,

Tetanggaku semuanya, adalah tenaga kerja wanita,

Negaraku adalah pengekspor tenaga kerja wanita,

Demi nasib hidupnya ditambah seruan bodoh pemerintah

tuk jadi pahlawan-pahlawan devisa…

Lalu dengan devisa,

Yang lahir dari kematian dan kesengsaraan,

Apakah anak-anakmu bisa kau kirim ke sekolah?

Apakah jika kau sakit tak serupiahpun kau keluarkan?

Masih berdesakankah kalian dalam kereta api murah?

Mahalkah harga beras, gula, dan sulitkah minyak tanah?

Maka berhentilah saja,

Jadilah petani atau nelayan saja!

Hentikanlah permainan sirkus manusia ini!

Hentikan, bekerjalah saja di negeri sendiri

Minta pemerintah beri kalian semua pekerjaan

Kalau perlu, mintalah pada istri-istri pejabat

Yang pastinya terhormat dan mungkin bersahabat

Atau mungkin,

Jika kalian secantik Manohara,

Yang juga dianiaya psikopat Malaysia,

Maka satu negeri akan membelamu habis-habisan

Serta segera menawarimu kontrak kerja yang besar.

Tenaga kerja wanita,

Ibuku, saudariku, tetanggaku semuanya,

Berhentilah saja,

Bangun dan bekerjalah saja di negeri kita…

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: