Eduinfotainment

Dewasa ini, pertumbuhan produksi tayangan infotainment semakin pesat. Infotainment mendapat justifikasi yuridis salah satunya dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran. 11 stasiun televisi nasional melahirkan 49 tayangan infotainment dalam sepekan. Hanya TVRI yang tidak memiliki tayangan infotainment.

Namun perkembangan itu justru memprihatinkan. Infotainment dianggap kerap melanggar prinsip-prinsip jurnalistik, yakni kebenaran, klarifikasi, independen, dan proporsional dalam pemberitaan (Syas, 2010). Infotainment justru lebih berorientasi ke gosip dan pergunjingan dengan anasir-anasir lain berupa wasangka dan sensasi.

Produsen infotainment lebih mengedepankan rating penonton dan keuntungan ketimbang isi yang dijual. Maka, infotainment lebih senang berkutat pada persoalan-persoalan pribadi para pesohor negeri, seperti perselingkuhan, perceraian, putus-nyambung artis, rebutan anak pasca cerai, kekerasan rumah tangga selebritis, dan segala sensasi lainnya. Sebagaimana kasus video porno mirip artis kemarin, tayangan infotainment-lah yang paling bersemangat mengeksposnya siang dan malam.

Hal ini tentu amat mengkhawatirkan bagi perkembangan mental bangsa, terutama anak-anak dan generasi muda yang masih rentan informasi. Infotainment tanpa disadari telah mendidik bangsa ini untuk menjadi tukang gosip, ahli menggunjing, pakar rasan-rasan, master ghibah dan fitnah.

Sebenarnya, makna infotainment sendiri yakni sebagai gabungan dari informasi (information) dan hiburan (entertainment) cukup rancu. Perselingkuhan artis misalnya, disatu sisi kasus itu tergolong informasi, namun di sisi lain, adalah cukup aneh jika masyarakat menikmati laporan tentang perselingkuhan artis dan menganggapnya sebagai hiburan. Jika demikian, tentu ada yang salah di otak masyarakat yang menikmati derita orang lain. Hal ini bisa dijelaskan dengan mudah. Infotainment berhasil meyakinkan masyarakat bahwa masalah-masalah artis seperti diatas sangat wajib dan penting untuk diketahui. Masyarakat yang antusias akan semakin menggemari tayangan infotainment tanpa menyadari kemunduran mental dan cara berpikir dalam dirinya.

Maka, demi menyelamatkan mental masyarakat dan juga mempertahankan eksistensi infotainment -yang bagaimanapun juga telah memperkerjakan banyak orang- perlu diusulkan satu terobosan baru yang segar, yakni eduinfotainment, gabungan dari pendidikan (education), informasi, dan hiburan.

Artinya, tayangan yang disajikan haruslah menghindari wilayah privat seorang pesohor negeri yang tak memiliki nilai manfaat dan ilmu sedikitpun bagi publik. Penonton harus diberi hidangan lezat berupa teladan-teladan baik, inspirasi, pencerahan, dan motivasi dari para artis oleh tayangan eduinfotainment. Eduinfotainment harus berorientasi pada pendidikan, bukan pada keuntungan, rating, gosip, dan sensasi.

Sebab jika infotainment masih saja berkutat pada masalah-masalah personal yang sarat pergunjingan, maka bisa dikatakan infotainment turut berperan besar dalam mempercepat proses pembodohan dan pendangkalan masyarakat. Jika sudah demikian, mau dibawa kemana negara kita?

Sudah waktunya bagi para pemangku kepentingan dunia hiburan untuk tidak hanya memikirkan keuntungan dan kepentingan-kepentingan pragmatis semata, namun mereka juga harus mulai mempertimbangkan akibat-akibat yang ditimbulkan dari tayangannya. Salah satu caranya adalah merubah total wajah dunia infotainment melalui tayangan yang lebih edukatif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: