Iringan Wayang Gaya Jogjakarta

Dalam dunia wayang kulit Jawa, pembagian babak juga didasarkan pada perbedaan pathet atau musik yang dibawakan. Musik berperan selain berkaitan erat dengan pembabakan cerita, musik juga berperan dalam pengadeganan cerita. Prof. Umar Kayam menjelaskan iringan musik wayang kulit dari gaya Jogjakarta:

Iringan Gaya Jogjakarta

No. Adegan Musik
1 Jejer Kapisanan Ayak-ayak, Gendhing Krawitan.

Nb: ketiga gendhing ini berlaras slendro dan berpathet Nem, serta dimainkan berurutan

2 Kedhatonan Gendhing Ayak-ayak Laras Slendro Pathet Nem. Gendhing ini biasa disebut sebagai Ayak-ayak Kondur Kedhaton.
3 Pasowanan Jawi Bila dengan gending disertai janturan.

Bisa juga dengan Srepegan Laras Slendro berpathet Nem, tanpa janturan

4 Kapalan Lancaran Gagak Setra Laras Slendro, Pathet Nem
5 Perang Ampyak Srepegan Slendro, Pathet Nem.
6 Jejer Kaping Kalih (tak disebutkan gendhingnya)
7 Jejer Kaping Tiga Menggunakan gendhing untuk merambat ke Pathet Sanga
8 (Peralihan) Lagon Pathet Sanga wetah (dilagukan sesudah gendhing untuk Jejer Kaping Tiga selesai)
9 Gara-gara Ayak-ayak Laras Slendro Pathet Sanga, Srepegan Laras Slendro Pathet Sanga, dan Sampak Pathet Sanga.

Nb: ketiga gendhing ini dimainkan berurutan.

Dalam gara-gara, Pathet bisa berubah ke Pathet Manyura, yaitu ketika panyandra untuk tokoh Semar dengan Sekar Pucung. Sesudahnya, pathet harus dikembalikan ke Pathet Sanga.

10 Jejer Kaping Sekawan (tak disebutkan gendhingnya)

Lancaran Jangkrik Genggong Laras Slendro Pathet Sanga atau yang sejenis digunakan untuk mengiringi keluarnya raksasa-raksasa yang akan berperang dengan ksatria pada perang begal

11 Jejer Kaping Gangsal (tak disebutkan gendhingnya)
12 (Peralihan) Pathet beralih ke Pathet Manyura melalui Pathet Manyura
13 Jejer Kaping Nem (tak disebutkan gendhingnya)
14 Jejer Kaping Pitu (tak disebutkan gendhingnya)
15 (Peralihan) Suluk Galong dinyanyikan sesudah gendhing untuk Jejer Kaping Pitu. Gendhing Gong Dhadha (nada 3) digunakan untuk adegan-adegan sesudah suluk Galong.
16 Tayungan Kalaganjur diteruskan dengan ayak-ayak Laras Slendro Pathet Manyura untuk menyertai adegan terakhir.
17 Panutup Beksan Golek (tidak disebutkan gendhingnya biasanya ditutup dengan Gangsaran Nada 2)
Sumber: Mudjanattistomo, dkk. 1977
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: